The Good Place dan Moralitas

Image for post
Image for post
The Good Place, Sumber

‘I argue that we choose to be good because of our bonds with other people and our innate desire to treat them with dignity. Simply put, we are not in this alone.’ — Chidi Anagonye, ‘The Good Place’ 2×13

The Good Place adalah sebuah serial televisi yang diciptakan oleh Michael Schurr yang telah mulai mengudara pada tahun 2016. Kehadiran acara ini cukup menarik dengan premis situasi kehidupan setelah kematian dimana di hadirkan pilihan untuk masuk ke ‘good place’ atau setara dengan surga atau ‘bad place’ yang setara dengan neraka. Setiap episodenya seperti anekdot yang menyoal kehidupan dan bagaimana peran manusia di dalamnya. Tentang bagaimana serial ini mungkin bisa dilihat lebih jauh disini.

Bagian menarik dari The Good Place adalah unsur kedekatannya dengan kehidupan millennium masa kini. Serial ini tidak menyoal prinsip Ketuhanan (god) namun lebih dari itu adalah prinsip kebaikan (goodness) dan peran manusia itu sendiri. Sebagaimana landasan etis moralitas pada filosofi yang dijadikan dasar. Sebuah premis yang menarik di tengah masyarakat digital yang berebut siapa yang benar dalam setiap peristiwa.

Salah satu yang menarik adalah kupasan soal prinsip ‘what do we owe to each other’ oleh T.M Scanlon sebagaimana dibahas pada Season 1 Episode 6. Kedalaman prinsip moralitas ini divisualkan oleh karakter Chidi Anagonye sebagai professor filosofi saat ia hidup, dan kegelisahan tentang moralitas kita divisualkan oleh Eleanor Shellstrop.

Berbicara soal moralitas yang disuguhkan oleh Scanlon bahwa menajdi pribadi yang utuh dalam hal ini baik kepada pribadi lain semata mata karena kebaikan diri[1]. Bukan karena kekuatan kosmik dengan konsep hukuman ataupun hadiah yang disuguhkan. Manusia mengejar moralitas dengan berlaku apa yang benar karena kehidupan sendiri tidak mudah, dengan membantu orang lain untuk meningkatkan kehidupannya akan membawakan kebahagiaan untuk diri kita sendiri. Hal itulah apa yang dimaksud ‘what we owe to each other’, salah satu konsep yang diangkat pada serial ini.

Pada serial ini, kita disuguhkan dengan empat karakter yang merepresentasikan manusia dalam pencarian kebenaran dalam moralitas. Apabila ditelaah sesuai dengan implementasi prinsip Scalon, dimana manusia saling membantu satu sama lain demi kebaikan diri sendiri, karena kita berhutang satu sama lain. Pamela Hieronymi yang adalah professor sekaligus konsultan kaidah etis dan filosofi pada serial ini juga menyebutkan terkait dengan serial ini bahwa prinsip moral merupakan aturan yang menempatkan bahwa kita semua setara dan moralitas ada ketika kita mengikuti aturan ini, sekalipun kenyataannya beberapa lebih kuat daripada yang lain[2].

Sebagaimana yang disebutkan oleh Michael Schurr bahwa tidak ada yang benar benar menang dalam kompetisi menjadi pribadi yang utuh dalam hal ini keterkaitannya dengan menjalankan moralitas. Namun bagaimana kita terus mencoba adalah kaidah menjadi manusia sebenarnya.

We’ll keep trying as long as we can. We’ll keep trying. No one is perfect. No one will ever win the race to be the best person. It’s impossible. But, especially since starting this show, I just think everyone should try harder. Including me.” –Michael Schur[3]

Sekali lagi, kita telah dibuktikan bagaimana kekuatan sebuah media dalam bentuk hiburan seperti serial televisi berhasil menyajikan kedekatan kepada penontonnya. Kekuatan media seperti ini membuat kedekatan kita untuk melakukan identifikasi hingga refleksi diri melalui apa yang telah disajikan. Cukup menarik bagaimana masyarakat digital masa kini dapat melakukan refleksi menyoal apa yang benar melalui sajian seperti ini dibanding ilmu teologis tradisional. Namun, begitulah dunia terus bergerak dinamis dan tidak ada yang statis. Saya pikir inilah bentuk implementasi dari what we owe to each other.

Referensi:

[1] https://www.gq.com/story/the-good-place-season-2-finale-recap?verso=true

[2] https://gsas.harvard.edu/news/stories/good-place

[3] https://www.nytimes.com/interactive/2018/10/04/magazine/good-place-michael-schur-philosophy.html

Written by

An amateur storyteller and featured enthusiast

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store