Hypatia : Wanita sebelum masanya (1)

Image for post
Image for post
Ilustrasi Pop Art Hypatia, Sumber

Membicarakan sains dan fenomena yang mengikutinya, tidak dapat lepas dari masa kejayaan ilmu sains di Aleksandria. Salah satu tokoh yang teringat adalah Hypatia. Tidak banyak buku dan referensi yang membahas sosoknya, sungguh disayangkan. Pertama saya mengetahui sosoknya pun dari film Agora yang diperankan oleh Rachel Weisz pada tahun 2009.

Hypatia adalah seorang pengajar sekaligus penemu dari Aleksandria yang merupakan putri dari Theon yang pun adalah cendekiawan pada masanya. Apabila melakukan telaah soal Hypatia, yang saya yakin telah banyak yang melakukannya akan lebih banyak informasi soal bagaimana ia dibunuh sebagai martir dalam ilmu pengetahuan.

Pengetahuan sebelum masanya

Ia lahir sebelum masanya. Begitulah sebutan apabila membicarakan sosok Hypatia. Sebagai seorang pengajar, ia berhasil mendatangkan murid dari berbagai penjuru dimana ilmu pengetahuan yang didominasi oleh kaum pria bangsawan pada masa itu. Lebih lagi, sebagai pengajar ia juga berhasil membuat akses perpustakaan aleksandria untuk publik, bukan hanya bangsawan.

Berbeda pada masa kini dimana ilmu pengetahuan dapat mudah diperoleh tanpa memandang golongan dan gender. Pada masa Hypatia, menjadi seorang pengajar lebih lagi ilmuwan yang notabene nya adalah wanita menjadi hal yang dianggap tidak wajar, atau pada masanya disebut dengan penyihir. Soal Hypatia sendiri, Socrates Scholaticus pernah menuliskan Hypatia dalam Ecclesiastical History:

“Adalah seorang wanita di Aleksandria bernama Hypatia, anak seorang filsuf Theon yang membuat pencapaian di sastra dan ilmu pengetahuan, yang melebihi filsuf manapun pada masanya. Ia berhasil mendatangkan murid dan pendengar dari berbagai daerah untuk mendengar pengajarannya soal prinsip filosofi dan sains. Kepercayannya pada ilmu pengetahuan seringkali mewakili publik di hadapan hakim dan majelis (yang seluruhnya pria) pada masanya. Pun semuanya mengakui pengetahuan dan keberaniannya”[1]

Sebagai seorang ilmuwan wanita sebelum masanya, ia pun menemukan beberapa teknologi salah satunya ialah Astrolabe atau Planisphere yang digunakan untuk observasi dan pengukuran astronomi yang digambarkan pada film Agora membawakan ke sebuah simpulan orbit bumi adalah elips [2]

“To teach superstitions as truths is a most terrible thing. The child mind accepts and believes them, and only through great pain and perhaps tragedy can he be in after years relieved of them.” -Hypatia

Tulisan berlanjut pada Hypatia: Simbol Transisi Sains (2)

Referensi

[1] http://www.inventricity.com/hypatia-scientist-inventor

[2] http://www.inventricity.com/hypatia-scientist-inventor

Written by

An amateur storyteller and featured enthusiast

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store