Day 23 : Just Another Letter

Saya selalu suka menulis surat kepada siapapun, diri saya ataupun orang lain. Sewaktu saya masih anak-anak, saya sering menulis surat kepada saudara dan teman jauh saya. Sensasi pergi ke kantor pos dan menunggu balasan surat, tanpa disertai kemudahan untuk melacak dimana keberadaan surat saya menjadikannya lebih mendebarkan. Surat selalu menjadi hal yang personal dan sentimental bagi saya.

Jika mengamati kembali dari setiap tulisan dan tujuan saya mengikuti challenge ini adalah melihat ke dalam diri saya sendiri yang kadang jarang saya perhatikan. Berusaha melihat sisi lain dari diri saya sendiri. Saya hampir tidak percaya bagaimana satu bulan bisa mengubah diri saya menjadi hal yang jauh berbeda. Surat ini tentu saja dengan narsisnya saya tujukan kepada diri saya sendiri, berharap ia yang tersesat nantinya akan menemukan jalannya kembali.

Dearest Self,

Hi there, how are you doing? how are you holding up? are you still crying and curse at the life or you’re just simply let it all go? Whatever you’re doing, I’m sure you’re gonna be okay. This is me, your old self. Here I am still lost in mind and try to figure out about life and you know, ourselves.

This very day, I still wonder about my body, soul and mind are trying to tell me. Because, these days I can’t get any of it. I’m still cursing and wonder what the hell happen to me. I’m still not letting anyone get close by me and you know figure it out by myself. I am so sick of everything but here I am trying to smile it out. Even though, I’m still an asshole like you do.

Dear self, are you figuring out all these puzzle? or you’re still wondering and ready to give it up? Whatever you’ll do, just don’t give up on us. Do you remember when you’re much younger, you hang Lincoln Poster, it said “whatever you are, be a good one”. You’re so proud of it, even though it’s a hell expensive poster. But you’re happy and proud, that’s all matter. You live and make it as your moral code in everything you do. It is much happier time, isn’t it?

Do you remember your crazy friend who promise to stay by your side. It’s pretty nice if you’re brave enough to let them do that. Also, tell your family and significant other what’s inside those mind of yours. Don’t bottle up your feeling but let it all go. You’re gonna be okay, I promise. You know that everything happen in life is none of your mistake, right? we fall but we’re gonna stand up much much stronger than before.

Oh girl, right now I’m writing this with in the deepest of dark of ours. Not even all those books by Dalai Lama or Haemin Sunim gonna save you from this pit. You need those feet of yours to help you stand up. But, I’m pretty sure you’re gonna figure it out, eventually. So, If you’re in the same deep shit right now, just remember that you stand up and win this battle then you can do it a hundred times. Nothing’s for sure, I know. But nothing’s last forever, it’s the only one thing that matter.

Life is full of holes, so Passenger said. we’ve got holes in our hearts, yeah we’ve got holes in our lives, we’ve got holes but we carry on. Girl, life is not all beautiful. It’s fucking messed up, you know. But you’re gonna survive, like you always do. It might get harder before it gets better, so they said. And when it does, remember those relaxing time by yourself maybe in the train, library, or even beach. And please stand by and keep moving on. You know, I have faith in you. You’re gonna be okay.

With Love,

Yourself

Saya tidak pernah membayangkan perjalanan menulis yang saya anggap santai ini menjadi perjalanan yang panjang untuk menemukan sisi lain diri saya. Menulis surat ini dan keseluruhan dari tantangan ini membuat saya cukup berkaca dan memandang lebih jauh kepada hal yang sebenarnya saya inginkan. Pada salah satu pelatihan yang saya ikutin lima tahun yang lalu, saya menjawab hal yang saya cari adalah kebahagiaan. Dan hingga saat ini, kebahagiaan masih menjadi satu hal yang benar benar saya cari dan saya butuhkan.

Mungkin, kalian membaca beberapa tulisan saya menunjukkan sisi ego dalam diri saya untuk mementingkan diri saya. Like hell, I even write letter for myself. Namun, bagi saya memeluk dan mengasihi diri saya dengan harapan menemukan kebahagiaan adalah hal yang utama bagi saya pada saat ini. Dalam ketersesatan saya berusaha menenggelamkan pada beberapa pembelajaran dan buku yang lama tidak saya sentuh. Saya menyadari bahwa esensi kebahagiaan muncul dari dalam diri saya sendiri. Kebebasan yang saya cari dan inginkan adalah kebebasan dari perangkap pikiran saya sendiri.

Yap, inilah saya yang terus mempelajari dan memahami hingga menyurati diri saya sendiri. Apapun yang kalian hadapi, tahan dirimu dan jangan menyerah. You’ll get there, eventually.

Written by

An amateur storyteller and featured enthusiast

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store