Day 17 : Don’t Touch My Heart

Semakin hari, tema yang disajikan semakin membuat saya merefleksikan sisi personal saya. Well, as you guys know it’s never been easy for me. But here I go again challenging myself. Jujur saja, saya tidak pernah memikirkan hal emosional atau hal personal cukup serius. Menurut saya ada beberapa hal penting di dunia yang perlu perhatian kita daripada menangisi kisah personal kita. Again, I am a pessimist.

Namun, saya akui terdapat beberapa sisi lain saya yang terkadang saya temui setiap harinya. Jadi, tidak menutup kemungkinan saya akan menangisi kisah personal saya di waktu ke depan. Ways to win my heart, saya kadangkala membayangkan kisah romantis semacam apa yang akan terjadi pada kebekuan saya. Namun akhirnya, saya sedikit terkejut ketika kisah saya yang just as simple as that. But again, I am no romanticist at all so who am I to judge?

A Safe Room

Saya selalu berusaha tidak menempatkan hati lebih dari logika. Because it protects me, but deep down I’m a very sensitive person. Jadi, cara memenangkan diri saya tidak lain dengan memberikan ruang aman untuk saya menempatkan hati, emosi, dan perasaan saya. Biarkan saya menunjukkan pada orang lain dengan sisi logika saya. Namun ketika kamu mengetahui setiap tatapan kosong saya dan memberi ruang untuk tidak menjadi the tough girl. Berhenti bergantung dan membiarkan saya sedikit menjadi manusia lemah dan kamu bisa menjadi ruang aman untuk itu. You might as well win me over.

Let Me Be Free

Salah satu hal yang sulit saya dapatkan adalah akses kebebasan. Mungkin karena kebebasan harus diraih dan tidak diberikan secara cuma-cuma. Namun, kebebasan dalam alam pikir, bertindak, bertutur kata tanpa mendapat penghakiman adalah hal yang selalu saya inginkan. Memberikan sebuah ruang untuk berfikir bertindak dan berucap tanpa ada penghakiman dan sebuah ruang untuk kita bertumbuh bersama adalah salah satu cara untuk memenangkan saya.

No such thing as white lies

Pada kehidupan sebelumnya saya mungkin terlahir sebagai anjing pelacak, entah. Saya selalu bisa mencium dan mengetahui kebohongan dan segala hal bullshit yang terjadi. Jadi, momen ketika orang lain berbohong dan mengarang cerita, I just knew it in that moment. But, I play it along. Namun, tingkat kepercayaan saya terhadap seseorang tersebut bisa turun drastis di momen ketika kebohongan demi kebohongan terjadi. I designed myself not to be surprised by anything life give, I guess. So, give me some truth even if it’s the bad one, and you’re not only win me, you will get hella respect from me.

I am a Cactus

Saya selalu membuat metafora diri saya dengan sebuah kaktus. Berduri di luar, bisa mempertahankan dirinya, but deep down I’m nothing but water. Saya selalu menampakkan diri sebagai pribadi kokoh, namun akhirnya kekurangan air pun akan meruntuhkan diri saya. Be patient, be gentle dan berikan air tidak berlebihan tapi tidak berkekurangan. Hanya memberi saya sedikit air kebaikan sudah dapat meruntuhkan duri duri saya. Berada di ruang dan lingkungan yang ditolak cukup traumatis bagi saya, jadi sedikit penerimaan dan air kebaikan bagi diri saya. Ingatkan saya bahwa berharga, itu lebih dari cukup.

I am nothing but a speck of darkness

There are times when I don’t feel like myself. Maybe the overthinking hits me over again, or life just give me some lemon again. I’m gonna drown with all my feeling and dizzy head. I won’t tell the world that I need help. I will let myself drown into the wave. In those time, just reach me out and talk to me about anything. Maybe the cat, the sky, or even some stupid television show. In that moment of darkness, you put the light maybe even without you’re knowing it. And In that moment maybe I’m all over you.

Jujur, saya sedikit geli dengan tema hari ini. Bagi saya dalam kehidupan, usaha memenangkan perlu dilakukan oleh kedua belah pihak. Kita tidak berhak untuk merasa lebih baik daripada yang lainnya. Mungkin tidak lebih karena saya tidak benar-benar berfikir soal hal personal saya. Toh pada akhirnya, it just happen. Hal ini juga tidak terlepas karena tembok tebal yang selama ini saya bangun untuk hati saya. Sebagaimana yang kita tahu terkadang emosi dan perasaan take the good of us.

There’s hole and darkness inside and deep down of our heart. Mungkin hal tersebutlah yang tercipta beberapa orang dengan karakter seperti saya. Namun, kalian tidak perlu kuatir. You guys are not alone. Karena pada akhirnya, segala bayangan kalian tentang kisah romantis just as simple as that. Tidak perlu muluk muluk untuk dimenangkan, karena pada akhirnya kedua belah pihak akan saling memperjuangkan. Tidak ada kemenangan yang sejati, karena pada akhirnya menyoal hati atau kehidupan sendiri tidak lebih dari serentetan perjuangan. So, carry on. All good things take time, indeed.

Written by

An amateur storyteller and featured enthusiast

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store