Day 16 : Can I Miss Myself?

Maybe it will be another bullshit personal post. And definitely not the positive one, Lol.

Yup, saya sering kesulitan menjawab ketika saya diberi pertanyaan soal perasaan seperti seseorang yang saya rindukan. Saya tidak merindukan keluarga saya bahkan ketika badai menghadang. Saya mengharapkan kehadiran teman teman lama saya, namun akhirnya mereka memiliki kehidupan yang tidak adil bagi saya memberi tuntutan konyol. Well, Is it a little narcisist if I do miss myself then?

Satu hal yang saya pelajari dari sebuah krisis adalah dunia tetap berjalan walaupun duniamu sedang runtuh. Akhirnya kamu tidak bisa mengandalkan seseorang selain dirimu sendiri. You can’t expect anyone to take care and be the best company rather than yourself. Saya selalu membayangkan bahwa cukup menyenangkan memiliki seseorang yang bisa diandalkan dan peduli seperti diri saya sendiri. Tampak sedikit narsis memang ya. Namun, terkadang cukup melelahkan untuk mencoba memahami dan sedikit waktu untuk dipahami. Well, I miss myself for thinking clearly by logic, not stirred by any emotion, yet think about other people while forgetting her own. I miss her laugh, cry, and happiness.

Treat Them Good

Saya sering mendengar ucapan seperti ‘treat them, like you want to be treated’, dan selama bertahun tahun saya mencoba memperlakukan orang orang sedemikian. Namun, pada akhirnya, being kind is not enough. Kamu tidak akan mendapatkan perlakuan serupa, walaupun kamu berlaku sedemikian. Life is not about punishment and reward. But in the end, I (and we do)help and care other people simply because we are not alone in this world.

Kita selalu diajarkan untuk berbuat baik dengan orang lain. Namun, pernahkah kita dilatih untuk mendengarkan diri kita sendiri, mengikuti apa yang dia mau and treat yourself, seriously. I miss those thing about her. Saya sudah melupakan fakta untuk sedikit menyenangkan diri sendiri. Saya memburu reward yang tidak pernah ada. Seluruh kegelisahan yang ada dalam pikiran saya jika diceritakan, sebagian besar akan tercipta dua jenis jawaban: 1) Look around you, there are some misfortunate people, and even worse 2) Tell me stories that It’s just another quarter life crisis and I worry about nothing

I miss myself. Maybe my old self, maybe the future me. I don’t know. In the end, life isn’t give you the reward like you always hope. What’s the point of having a brother, boyfriend, and friends but you’re losing a piece of yourself every single day? That perhaps they don’t have any idea. And in the end, we’re all having a battle we don’t tell people about it. Oh boy, I do miss a full pieces of myself.

Like You Want To Be Treated

Ketika kita disibukkan untuk merawat dan mungkin menjaga orang lain, kita sering melupakan kepentinga diri kita sendiri. Pada akhirnya, kita sering terlalu kejam terhadap diri kita sendiri. Memberikan target dan kadangkala tidak bisa mengampuni kegagalan yang adalah hal manusiawi, bukan? I miss, want and perhaps beg to be treated like I do to people. But life isn’t that fair, is it?

Dan lagi, pada akhirnya yang dapat kita percayai dan andalkan adalah diri kita sendiri. Menjaga, merawat, memberi kasih sayang semua perlu dilakukan oleh diri kita sendiri. Bagi saya yang seorang pesimist, fakta bahwa people are all the same after all adalah satu satunya fakta yang benar dan menjadi pegangan saya selama bertahun tahun. So, to be honest I don’t know anyone to miss rather than my strong self in this moment. Sometimes, people are way too much.

The needs of the many outweigh the needs of the few, so Spock said. Keinginan saya dan mungkin kita untuk memberikan diri kepada berbagai kepentingan besar, tanpa menyadari saya mulai kehilangan diri saya sendiri, pieces by pieces. Dan pada masa, saya cukup membutuhkan panduan, saya mulai bertanya tanya kemana gerangan seseorang yang saya rindukan tersebut. Namun, pada akhirnya kita tidak bisa berekspektasi kepada orang lain. Karena, diri kita kendati remuk, patah, dan memar. In the end,we are nothing but what we are. Oh girl, I do miss you. You’re not perfect but you are what I need. Again, be strong and be safe.

I don’t know what the kind of writing this is. But, you can’t always be good all the time I guess. Mungkin saya cenderung tampak narsis dan egois ketika saya memilih diri saya sendiri daripada beberapa orang yang saya rindukan. Namun pada akhirnya, kekecewaan akan keadaan,orang lain dan kehidupan itu sendiri membuat sisi pesimis saya mencapai puncaknya. But really, I do miss myself even she is conflicted and misunderstood but not as bad as this current self of course. Am I mumbling way too much?

We are just vessel. They take everything until nothing’s left I guess. But another point that you don’t take it back what yours. So it’s not (only) on them, it’s yours too. Dalam setiap krisis dan battle yang kita hadapi yang pasti akan terjadi, janganlah segan untuk meminta kehadiran orang lain, karena pada akhirnya we do all need a little hand from other people. But don’t you ever forget, the only matter in life is yourself only. So, you deserve a little selfish compliment to yourself. You do good, girl.

Be good and safe guys.

Written by

An amateur storyteller and featured enthusiast

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store