Image for post
Image for post
Photo by Etienne Girardet on Unsplash

Saya teringat beberapa tahun lalu menonton film Confessions of a Shopaholic pada sebuah stasiun televisi nasional. Berkisah tentang Becky dan kegemarannya berbelanja dan segala permasalahan yang akhirnya mengikutinya. Sedikit mengajarkan kita betapa gelapnya kehidupan dalam budaya konsumerisme yang kita hadapi hingga kini.

Hal ini terus berkembang pesat seiring dengan jumlah signifikan e-commerce sejak memasuki era digital. Ditambah lagi dengan masa pandemi yang mempermudah kita untuk berbelanja dengan prinsip one click away. Namun, menjadi pertanyaan seberapa besar budaya konsumerisme ini mempengaruhi kita dalam keseharian?

Konsumen dan Retail Therapy

Salah satu yang mengganggu saya dengan budaya ini adalah kita secara tidak sadar…


Image for post
Image for post
Source : The Verge

The hype of the new Wonder Woman movie is all around the world. People said that Wonder Woman 1984 is the type of movie we all need in 2020. And I couldn’t agree more. It’s far from perfect obviously, but this is the kind of story we need to cope this fantastic year.

Well If you expect some action and fight in this movie, it’s gonna be a bit lesser than before. But these stories, oh boy it amaze me. But I’m not gonna review or tell about this movie, just a little bit message that I found wonderful from…


Saya tidak menyangka bisa sampai juga di hari terakhir pada 30 Day Writing Challenge. Phew. Mengungkapkan sisi personal dan emosional bagi saya tidaklah mudah dan tidak disangka saya bisa melewatinya. Tidak ada yang ingin saya capai pada menyelesaikan tantangan ini. Sama seperti tidak ada yang menyuruh saya melakukan ini. Saya menganggap hal ini sebagai bentuk lain meditasi untuk menghadapi tahun yang penuh perubahan bagi diri saya.

Menuangkan bagaimana perasaan saya ketika saya menulis sedikit rumit, memang. Bagi saya menulis adalah bahasa yang saya lakukan untuk mengurai benang kusut dalam isi kepala saya. Sekitar 2 tahun lalu saya pernah menuliskan alasan…


Sedari saya kecil, saya tumbuh menjadi pribadi yang tidak memiliki cita-cita dan berbagainya. Mengikuti kemana arus membawa saya adalah satu satunya jalan yang saya tempuh. Tak ayal hidup sering membawa saya ke arah yang mengejutkan, perih dan tak terduga. Namun, segalanya tidak ada yang saya sesali. Karena ketidakpastian adalah satu satunya hal pasti dalam hidup sendiri.

Memiliki cita-cita adalah hal yang tidak masuk dalam logika saya. Jika saya terlalu mengikatkan diri saya pada suatu benda atau impian, akhirnya saya akan terjatuh dan sakit. Saya pernah menjadi seorang pemimpi, namun lambat laun saya membiarkan hidup membawa kemana saya berada. Mungkin ini…


“Bacooooot” begitulah chat yang saya baca dari sebuah kolom chat di salah satu marketplace. Kisahnya sederhana seorang kawan saya seorang pengelola online shop yang melakukan update stok pada produknya. Tiba-tiba seorang calon pembeli tidak terima kenapa tawarannya tidak diterima, padahal kawan saya pun menjelaskan standard operating procedure untuk first come, first served. Bak Dale Carnegie ia menuliskan dengan kata kata penuh kesantunan. Namun, warganet atau mungkin buyer berkata lain.

Segala ucapan dan kata kata kasar membuat saya pun tertegun membacanya yang membuat saya ngilu menuliskan disini. Saya masih terkagum kepadanya yang tidak membalas ucapan serupa. Usahanya untuk melaporkan kepada pihak…


Kembali menuliskan mengenai cinta, kasih sayang dan welas asih adalah sebuah tantangan menyebalkan bagi saya. Sebagai pribadi yang sekeras batu, membicarakan hal yang personal seperti ini bukan lah hal yang mudah. Bagaimanapun juga, saya tidak ingin menyerah kepada emosi yang saya miliki dan mencoba merangkainya.

Saya tidak punya bayangan soal cinta sebagai hal yang agung. Mungkin karena pembicaraan mengenai hal tersebut tidak dibudayakan di keluarga saya, atau karakter saya saja mungkin cenderung malu membicarakan itu. Namun, saya tahu cinta adalah hal yang indah meskipun penuh dengan luka. Saya melihat cinta yang diberikan orangtua kepada anaknya, kekasih kepada pasangannya, hingga cinta…


Memilih satu atau beberapa orang yang menginspirasi saya cukup sulit. Hal ini karena saya menciptakan bayanga kesempurnaan dari orang lain dan terus menjadikan langkah orang lain sebagai bentuk ekstrem role modeling yang saya lakukan. Saya berfikir untuk menuliskan soal Haemin Sunim dan Dalai Lama, tapi saya yakin kalian sudah cukup bosan mendengarnya.

Sembari saya berfikir, saya memandang sebuah kartu pos yang terpajang di dinding kamar saya. Seorang kawan dekat saya mengirim hal tersebut tiga tahun yang lalu, ketika saya kalut dan gundah akan tujuan saya mungkin sampai sekarang. …


Uh, menceritakan masa sekolah saya bukanlah hal yang menyenangkan. Sebagaimana kalian tahu, saya tumbuh di masa sekolah dasar dan menengah dengan skill dan pengalaman yang tidak menyenangkan. Apa yang harus saya kisahkan? Namun, saya akan mencoba mengisahkan masa menengah atas saya yang kata orang masa paling indah. Dan, bagi saya itu sangat tidak benar.

Mungkin beberapa dari kalian bertanya tanya mengapa saya membenci masa SMA yang sangat berwarna. Well, saya tidak membencinya namun saya menyesalkan kenapa kehidupan harus menempa saya di masa yang mungkin bisa jadi indah. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan ditempa yang membentuk karakter kita masa…


Image for post
Image for post

Ketika membaca topik hari ini, saya sedikit bingung apakah berdasarkan urutan terakhir atau terawal. Bagaimana saya bisa mengolah tulisan dari sebuah gambar yang saya pasti sudah lupa. Namun, saya tidak membiarkan overthinking mengalahkan saya kali ini. Well, not today. Untungnya, gambar kali ini tidak mempermalukan saya. Pantai Atuh yang berlokasi di Nusa Penida. Indah, bukan?

Saya bukanlah penggemar pantai dari dulu hingga sekarang. Sedikit ironi mengingat saya bertumbuh berseberangan dengan pantai. Bahkan hingga tempat saya bekerja, masih dikelilingi dengan pantai. Begitulah kehidupan. Lantas, mengapa saya jauh jauh ke nusa penida kalau tidak suka dengan pantai? jawabannya adalah seorang kawan yang…


Melepaskan, merelakan dan mengampuni diri adalah hal terberat yang harus saya lakukan dalam hidup saya. Beberapa minggu ke belakang, saya menyadari pembelajaran mengenai kekuatan ketiga hal tersebut bisa menuntun ke jalan kebahagiaan. Hal ini bermula dari salah satu momen berat dalam hidup saya baru baru ini. Butuh waktu lama untuk membiarkan peristiwa itu terjadi dan merelakan semua perubahan yang harus saya tempuh untuk akhirnya menjadi pelajaran hebat yang saya dapatkan.

Compassion menjadi satu kata kunci sekaligus menjadi favorit saya dan terus saya terapkan dalam perjalanan hidup. Saya menerapkan compassion untuk memahami perlakuan orang lain hingga dunia kepada saya. Sebenarnya, saya…

Eunike

An amateur storyteller and featured enthusiast

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store